Kamis, 21 Januari 2010

Pencuri Nasabah BCA Berteknologi Canggih, Uang Hilang Tiap 20 Detik dilakukan oleh sebuah sindikat pembobol ATM internasional


Pencuri uang nasabah BCA diduga memiliki jaringan atau peralatan canggih. Uang seorang nasabah hilang setiap 20 detik dan itu dari sejumlah ATM yang tersebar di Bali secara simultan.Seorang nasabah BCA Kuta yang tidak mau disebut namanya menceritakan kepada detikcom, Rabu (20/1/2010). Setelah uangnya hilang dia minta penjelasan ke BCA kapan dan bagaimana uangnya hilang.
Dari pelacakan BCA hari Senin (18/1/2010), pada Sabtu (16/1/2010) dia kehilangan Rp 75 juta. Rinciannya, 1 transaksi Rp 5 juta, 6 transaksi masing-masing Rp 10 juta dan 5 transaksi masing-masing Rp 2 juta, total Rp 75 juta.Pada Minggu (17/1/2010) kembali dia kehilangan uang Rp 70 juta, sebuah transaksi bahkan terjadi pukul 04.00 Wita dini hari. Transaksi tercatat di sejumlah ATM seperti di Waterboom Kartika Plaza, Glory Restaurant dan Teuku Umar.
“Setiap transaksi terjadi dalam jeda 20 detik tapi di sejumlah ATM yang tersebar itu sekaligus. Cepat sekali berpindahnya, Mas. Saya ragu pelaku sungguh ada di depan ATM,” kata korban yang sudah mengadukan kasusnya ke polisi ini.Dia menjelaskan dia memakai kartu ATM BCA Platinum dengan limit pengambilan uang Rp 75 juta per hari. Kartu ini juga masuk dalam jaringan Cirrus. Dia pun selalu memakai mobile banking dan tidak pernah memakai ATM.
Sementara transaksi misterius itu tercatat sebagai transaksi ATM Interchange atau transfer non tunai. Bahkan ada transaksi dengan jumlah ganjil yaitu Rp 9.827.520.
“Apa uang saya diambil dalam US Dollar? Jadi angka rupiahnya aneh,” kata dia.
Modus pencurian uang nasabah BCA Kuta diduga berasal dari pemasangan kamera perekam di sekitar mesin ATM. Setelah kamera berhasil merekam data nasabah, pemasang lalu membuat ATM abal-abal untuk menyedot dana nasabah.”Kita menduga proses pembobolan ini dilakukan dengan cara pelaku memasang alat perekam di ATM untuk merekam data nasabah,” ujar Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Gede Alit Widana saat dihubungi wartawan, Rabu (20/1/2010).
Setelah mendapatkan data nasabah, secepat mungkin pelaku membuat kartu ATM palsu. “Saat itu juga pelaku langsung membobol uang nasabah,” jelasnya.
Aksi pembobolan diketahui dalam rentang waktu Sabtu 16 Januari 2010 hingga 20 Januari 2010.Setidaknya 5 nasabah BCA mengadukan kasus pencurian simpananannya ke Polsek Kuta pada Minggu dan Senin (18-19 Januari). Dugaan modus pemasangan kamera ini sebelumnya juga dilansir oleh polisi Polda Metro Jaya. Statemen resmi BCA menyatakan, kasus di Bali terjadi karena terjadi pengintipan PIN nasabah oleh orang yang tak berhak saat nasabah melakukan transaksi di ATM beberapa waktu silam.
Kasus pembobolan dana nasabah kemarin sempat membuat heboh. Demi keamanan, segera ganti PIN ATM Anda. Pergantian PIN juga disarankan sesering mungkin dilakukan.
“Demi keamanan, Gantilan PIN ATM Anda secara berkala,” demikian pengumuman dari BCA yang dikutip dari situsnya, Kamis (21/1/2010).
Sementara sebuah pesan berantai yang menyebar lewat fasilitas BlackBerry Messanger (BBM) juga beredar soal keamanan ATM. Dalam pesan berantai yang mengutip sumber Wistina Gita Utami dari divisi Risk Management BCA tersebut, juga terdapat anjuran untuk segera mengganti PIN.
“Untuk nasabah BCA di Bali, diwajibkan ganti kartu ATM. Dan untuk nasabah BCA lainnya, dianjurkan untuk ganti PIN ATM,” demikian pesan berantai yang mengatasnamakan Wistina dari BCA tersebut. Belum dikonfirmasi apakah info ini resmi dari BCA.
Disebutkan pula, kasus pembobolan ATM tersebut beroperasi di ATM yang switching karena tidak ada kamera. BCA kini sudah melakukan kontrol pengamanan yang lebih ketat lagi.Pihak BCA dalam siaran pers resminya kemarin memang mengatakan bahwa kasus pembobolan memang terjadi karena adanya pengintipan PIN .
Bank Indonesia juga memberikan kiat-kiat untuk menghindari praktek ilegal atas kartu ATM oleh pihak yang tidak berhak. Tipsnya adalah:

  • Rutin mengganti PIN
  • Menutup angka saat memasukkan nomor PIN
  • Memasukkan kembali kartu ATM ke mesinnya seusai melakukan transaksi dan memasukkan nomor PIN lain yang salah untuk mengecoh dan kemudian membatalkan proses tersebut.

Sementara Bank Indonesia kemarin menengarai pembobolan ATM dilakukan oleh sebuah sindikat pembobol ATM internasional, karena modus pemanfaatan data ATM biasa dilakukan di luar negeri.Deputi Gubernur BI Budi Rochadi kemarin mengatakan, laporan mengenai adanya pembobolan ATM ini awalnya terjadi pada 16 Januari 2010. BI sampai saat ini telah menerima laporan pembobolan rekening nasabah lewat ATM pada 6 bank, yaitu BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Permata, dan BII.
Di Bali, rata-rata uang yang diambil pelaku dari korban sekali transaksi mulai Rp 8,5 juta hingga Rp 145 juta. Aksi pembobolan ini dilakukan mulai Sabtu 16 Januari hingga 20 Januari 2010.
Sumber:(Detikcom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar