Sabtu, 30 Januari 2016

Pengalaman Tes Kerja di PT Indorama Synthetics Tbk.

Mulai dari postingan ini dan beberapa postingan ke depan, gw mau berbagi pengalaman tes kerja di beberapa perusahaan. Tujuannya sih cuma ingin cerita-cerita aja, tapi lebih tepatnya untuk berbagi referensi dan membantu para jobseeker alias sesama jobseeker (karena saat ini belum kerja hehe), tapi postingan tentang pengalaman tes kerja gak ada maksud sama sekali untuk "sok tahu" dan menggurui apalagi untuk berpamer ria yaaaa :) KARENA... Setiap ada panggilan di perusahaan, gw terkadang suka googling terlebih dahulu, baca pengalaman orang-orang yang pernah tes kerja di perusahaan tersebut. Bukan buat nyari "bocoran" ya, tapi cuma pengen tau aja, step-nya bagaimana dan apa aja sih yang perlu dipersiapkan. Apalagi buat jobseeker pemula, pasti bingung deh harus gimana, dan tes kerja itu ngapain aja. Menurut gw, itu sangat membantu banget, setidaknya ada sedikit bayangan, makanya jadi terdorong deh untuk buat suatu tulisan tentang pengalaman tes kerja. Tapi inget ya, belum tentu tahapan rekruitmennya bakalan sama, jadi harus tetep belajar lebih banyak lagi biar persiapannya "matang". Semoga membantu!!! :D

Nah pengalaman pertama kali dan sangat perdana adalah di PT Indorama Synthetics Tbk. Perusahaan tekstil yang memproduksi bahan dasar pakaian atau yang sering disebut dengan polyester. Polyester itu polimer sintetik yang terbuat dari PTA (purified terepthalic acid) dan MEG (mono ethylene glycol). Reaksi pembuatan polyester itu reaksi esterifikasi. Hmmm... kalo mau tau proses lebih lanjut silahkan googling sendiri deh hihi. Kebetulan lowongan yang sedang dibuka itu di Divisi Polyester sebagai Engineer. Oh iya, setau gw sih Indorama itu ada dua, di Cilegon dan Purwakarta, kalo gw kemarin lowongan kerjanya Indorama yang di Purwakarta.

Ada beberapa tahapan tes kerja di perusahaan ini :

1. Tes Tulis TPA dan Bahasa Inggris (Rabu, 28 Oktober 2015)

Pengerjaan tes tulis TPA maupun Bahasa Inggris ini pake pulpen kok, pengerjaannya manual gak pake semacam lembar jawaban komputer gitu. Waktu pengerjaannya lupa sih tepatnya berapa lama, kisaran 60 menit. TPA-nya itu ada beberapa bagian, seinget gw sih ada matematika dasar, dasar banget kaya penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pecahan, koma-koma-an gitu. Ada soal cerita sederhana. Terus ada bagian mainan kata-kata dasar kaya sinonim dan antonim. Ada lagi sih bagiannya, tapi lupa ._. maafkan ya, karena sudah terlalu lama tesnya haha. Nah, untuk Bahasa Inggris itu simpel kok, 10 soal hanya percakapan standar aja. Insya Allah temen-temen pasti bisa deh ngerjain tes tulis TPA dan Bahasa Inggris ini.

2. Tes Tulis Divisi dan Wawancara User (Rabu, 28 Oktober 2015)

Masih di hari yang sama, setelah melalui proses tahapan tes TPA dan Bahasa Inggris, kita langsung diantarkan oleh pihak HRD menuju divisi Polyester naik mobil antar-jemput khusus di pabrik Indorama ini, karena antara gedung divisi HRD dan divisi Polyester lumayan jauh sih. Karena waktu sudah siang, kita langsung diantarkan menuju kantin dan dapat makan gratis hihi. Kemaren sih lauknya itu telor balado dan sop ayam gitu. Lumayanlaaah~  Setelah itu, kita Sholat Dzuhur terlebih dahulu. Dan baru tau, ternyata musholanya itu di lantai 2 dan jadi satu sama plant-nya gitu. Hmmm agak kaget juga ada mushola di dekat plant, tapi Alhamdulillah berarti selalu mengingat dan mempermudah para pekerja untuk tetap beribadah kepada Allah ya hihi.
Setelah makan siang, masih sempet selfie di plant :p
Nah, menunggu waktu istirahat di Lobby~
Sambil menunggu waktu karyawan masuk kerja kembali, kita istirahat di lobby divisi Polyester. Ruangannya bagus banget dan terlihat masih baru banget gedung dan interior-nya, katanya sih emang gedung baru gitu ekspansi atau apa gitulah. Waktu menunjukkan pukul 13.00 WIB, lalu kita diarahkan menuju ruang DCS untuk bertemu dengan User. Baru tau tahapannya, ternyata tes selanjutnya adalah tes tulis lagi yang lebih ke arah divisi atau seputar teknik kimia selama 1 jam. Waktu itu kira-kira soalnya sebanyak 13 buah. Soal-soal dasar sih, tentang fluida, konversi satuan, azaz black, heat exchanger, valve, segitiga api, COD dan lainnya. Alhamdulillahnya, masih fresh karena belum lama gw belajar untuk menghadapi soal ujian komprehensif, jadi kurang lebihnya pertanyaannya hampir sama kaya ujian komprehensif dan masih bisa di jawab.

Menunggu giliran wawancara user

Setelah itu, langsung menunggu lagi untuk wawancara dengan User. User disini adalah Head of Division dari Divisi Polyester. Awalnya gw kira langsung wawancara dengan orang India, yang artinya gw harus wawancara in English. Gak ada persiapan bro! Alhamdulillah-nya, HoD adalah orang Indonesia dan wawancarnya juga dalam bahasa Indonesia. Nah, sebagai referensi, wawancara disini yang ditanyakan sama percis dengan apa yang ada di tes tulis tadi. Yah intinya pengembangan dari jawaban dari tes tulis.  Wawancaranya sih kira-kira berjalan 20 - 30 menit.

Awalnya gw disuruh gambar Heat Exchanger tipe Shell and Tube, Double Pipe dan Plate and Frame, terus ditanya bedanya apa? lebih effisien yang mana? dikasih kasus kalo ada fluida seperti ini dengan laju alir segini kita pilih pakai heat exchanger apa?, terus dasarnya darimana?. Nah terus ditanya juga satuan ppm maksudnya apa? contoh realnya bagaimana? Terus konversi satuan ditanya dasarnya dapat nilai itu dari mana? disuruh turunin bisa dapetin angka segitu. Yaaaah gw bilang aja, itu hafal karena konversi yang sering dipakai sehari-hari, tapi tetep terus ditanya -__- dan masih banyak lagi. Ditanya juga KP dimana, gw jelasin aja gw KP di Badak dengan tugas khusus Pemanfaatan panas dari boiler blowdown. User-nya tertarik banget, sampe nanya pake pipa yang berapa inch, pake jenis valve apa, sampe ditanya merek valve-nya apa -___- Sampe segitunya dan yang pasti gw lupa jawabannya laaah hahaha.

Sebelum pulang, foto dululah~~~
Alhamdulillah, proses rekruitmen hari ini selesai. Seperti biasa, dari pihak hrd menjanjikan 1 atau 2 minggu akan diumumkan untuk proses selanjutnya. Waktu itu sih katanya kalo lolos, langsung MCU dan tanda tangan kontrak (?)

3. Wawancara Direksi (23 November 2015)

Hari demi hari terlewati belum juga dapat kabar dari perusahaan ini. Masih inget banget pada hari Senin, 16 November 2015, dapat telepon dari nomor yang berasal dari Purwakarta. Diberi tahu kalo gw Alhamdulillah lulus tes waktu itu dan diundang kembali untuk ke Purwakarta untuk wawancara dengan direksi alias orang India. LAH??? katanya waktu itu kalo lolos langsung MCU dan tanda tangan kontrak? Entahlah, mungkin untuk meyakinkan lagi, gw harus wawancara dengan direksi dan pastinya gw ikuti prosedur dari sana. Tadinya gw di suruh datang lagi kesana hari Rabu atau Kamis 18/19 November, berhubung di tanggal itu gw ada agenda alias ada Wisuda, gw minta di reschedule, sayang dong ah kuliah 4 tahun melewati momen besar wisuda? haha Akhirnya gw memenuhi undangan wawancara direksi pada tanggal 23 November 2015.

Pagi-pagi buta, khawatir macet tingkat dewa, gw berangkat dari rumah jam 4 pagi bawa mobil sendiri. Karena pada hari itu ada desas-desus bakalan ada demo buruh besar-besaran. Udah gitu kan, jarak Jakarta-Purwakarta lumayan jauh banget, eeeh pada akhirnya jam setengah 6 pagi gw udah sampai di Purwakarta ._.  Nunggu di pom bensin aja deh sampai waktunya tiba baru menuju Indorama, lumayanlah bobok ganteng gitu melanjutkan bangun tidur yang terlalu dini (?)

Singkat cerita, sampailah gw di divisi HRD dan diarahkan lagi menuju divisi Polyester, dan ternyata hari ini gw wawancara lagi dengan 2 orang, yang pertama HoD dan kedua orang India itu. Loh kok wawancara sama HoD lagi? Ternyata eh ternyata, wawancara waktu itu bukan sama HoDnya langsung, tapi wakil HoDnya ._. Ya sudahlah tarik napas aja lah ya :") Akhirnya dipertemukanlah dengan HoD dan hanya "ngobrol" sedikit sih. HoDnya baik banget, terus diantarkan ke ruangan direksi orang India itu. Jadi gw wawancara dengan orang India didampingi dengan HoD. Dan emang baik banget sih, selama wawancara HoD ini terkadang men-translate-kan pertanyaan dari direksi kadang juga jawaban gw diperjelas sama HoD itu baik banget kan???

Jangan takut wawancara sama direksi orang India disana, menurut HRD, orang Indianya sangat mau belajar untuk berbahasa Indonesia. Emang nyatanya bisa bahasa Indonesia sih, walau kadang agak kaku dan dicampur dengan bahasa Inggris. Malahan yah biasanya suru ceritakan sesuatu pake Bahasa Inggris, eh ini disuruh ceritain apa aja pake Bahasa Indonesia selama 5 menit. Nah sebagai refrensi, wawancara disini yang ditanyakan adalah tau Indorama dari mana? jelasin yang kamu tau tentang Indorama, bukan prosesnya loh yah, lebih ke arah profile company-nya. Terus kenapa mau masuk sini? seberapa lama bisa belajar dan beradaptasi disini? Ditanya semacam kasus gitu, kalo kamu lagi di plant, terus kalo kamu melihat ada api, apa yang harus kamu lakukan? terus kalo kamu punya bawahan, terus dia gak mau bekerja ataupun tidak mau "nurut" sama kamu, apa yang kamu lakukan?

Alhamdulillah, wawancara berlangsung sebentar, cuma sekitar 15-20 menitan. Terus gw disuruh keluar dulu, karena ada yang mau dibicarakan antara HoD dengan orang India itu. Nah disela-sela pembicaraan, kada orang India itu keluar dan lewat tempat gw duduk menunggu, terus menghampiri gitu sambil bilang, kamu abis ini ke HRD lagi ya, silahkan tanya apa aja fasilitas apa aja yang kamu dapat nantinya, sallary dan lainnya. Loh???? Dari sini tersirat kalo gw diterima dong oleh direksi orang India itu???

Setelah itu, gw kembali ke divisi HRD, tapi kali ini diantarkan langsung sama bapak HoD-nya, naik motor keliling plant hahaha asik banget gak tuh? Terima kasih Pak! Sambil menunggu salah seorang pihak HRD, gw diantarkan ke kantin untuk makan siang dahulu dan sholat Dzuhur. Alhamdulillaaah, makan gratis lagi wkwkwk. Lama menunggu salah seorang pihak HRD yang katanya lagi "diluar" tak kunjung datang, akhirnya disampaikan pesan saja dari pihak HRD itu. Alhamdulillah, gw lolos, terus dikasih tau kisaran sallary sama fasilitas apa aja yang akan didapatkan, kenapa hanya kisaran? Karena pastinya nanti offering-nya by phone aja, kata bapak HRD itu kasian kan harus bolak-balik Jakarta-Purwakarta. Kalo nanti setuju dengan offering-nya, katanya siap untuk bekerja di awal atau minggu kedua di bulan Desember. Hmmm.....

--oo0oo--

Seperti itulah pengalaman tes kerja di PT Indorama Synthetics Tbk divisi Polyester, karena ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, dengan berat hati gw tidak melanjutkan offering alias tidak bekerja disana dan harus berjuang lagi sebagai jobseeker. Pasti kepo deh dengan offering-nya? Mohon maaf untuk itu, sepertinya cukup privacy untuk diceritakan :) Terima kasih buat temen seperjuangan tes kerja disana, Daman yang menyediakan tempat untuk singgah di Cikarang, pihak HRD yang memberikan kesempatan tes kerja disana dan bapak HoD yang mau mengantarkan kembali ke divisi HRD, padahal gw disuruh panggil aja jemputan mobil Indorama untuk kembali ke divisi HRD. Sungguh pengalaman yang luar biasa, untuk pertama kalinya! :)

Selasa, 19 Januari 2016

Liburan Awal Tahun 2016 : Tanjung Lesung dan Mercusuar Anyer (lagi)

Postingan pertama di bulan pertama di hari pertama di tahun 2016, mau mengulas liburan menyambut tahun baru kemarin. Sebenernya nggak ada maksud buat menyambut tahun baru sih, karena buat gw, tahun baru bukanlah suatu hal yang di-istimewa-kan, cuma pas aja kebetulan momennya dengan jadwal "libur" yang cukup panjang. Jadi seakan-akan liburan dalam rangka tahun baruan, nggak gitu ya guys hahaha. Liburan kali ini sebenernya sih terencana, cuma keputusan jadi atau nggaknya aja yang mendadak. 

Tanjung Lesung!!! Tempat yang gw rekomendasi kan buat liburan edisi bersama keluarga kali ini. Tanjung Lesung bukan kunjungan tempat pertama kalinya buat gw, tapi untuk yang ketiga kalinya kesini. Bosen gak sih? Nggak! Karena gw tau, Pantai Tanjung Lesung ini super duper bagus banget, cocok untuk mengajak keluarga untuk menikmati keindahan pantai yang tidak "biasa". Iya tidak biasa, air yang jernih, pasir putih yang halus, pemandangan biru sepanjang mata ditambah dengan water sport disana yang masih menjadi daya tarik dari Tanjung Lesung ini. 

Jadi kita berangkat dari Cilegon tepat jam 5 pagi, tanggal 1 Januari 2016, menuju Tanjung Lesung, via Anyer. Kita semua berjumlah 3 mobil. Memang sengaja berangkat pagi-pagi buta, khawatir bakalan kena macet sepanjang Anyer. Yah namanya juga sama keluarga ya, 3 mobil juga, jadi sepanjang jalan banyak berhentinya, ke toiletlah, sarapanlah, isi bensinlah, beli ini, beli itulah. Huft. Alhasil sampai di lokasi bakalan tetap siang haha. Sepanjang Anyer sih lancar jaya, cuma sepanjang pantai rekreasi di Anyer, hampir semuanya parkir full dengan mobil orang-orang liburan, masih pagi loh, jam 6 pagi loooooh, wah ini sih penuh sama orang yang nginep menyambut tahun baru. Dalam hati berkata, semoga nanti di Tanjung Lesung nggak kaya gitu keadaannya.

Tibalah di depan kawasan komplek Tanjung Lesung, kira-kira jam 10 pagi. Sedikit firasat nggak enak nih, kok baru di depan komplek untuk bayar tiket masuk kawasan tanjung lesung aja udah pake ngantri. Oh iya, waktu itu biaya tiket masuk menjadi 10 ribu rupiah. Dari depan komplek kita masih harus ke tempat rekreasi pantainya, kira-kira 5-10 menit, tibalah di pintu gerbang Beach Club Tanjung Lesung, daaaaaan sungguh shocked berat : Antrian Panjang dan Parkiran Penuh Banget! Sangat tidak terduga, dua kali pernah kesini, dulu tanpa antri dan mobil yang masuk sini bisa dihitung pake jari. Oh iya, biaya tiket masuk Beach Club juga nggak seperti dulu, sekarang menjadi : 40 ribu rupiah per orang, anak di bawah usia 5 tahun gratis dan tiket masuk per mobil 25 ribu rupiah. Sungguh awal yang membuat gak enak hati :( Padahal ekspektasinya masih sama seperti yang dulu. Iya pasti lebih ramai pengunjung, tapi gak banyak begini huhu.

Turun dari mobil untuk ke pantai cukup jauh, iya jauh, karena biasanya parkiran mobil cuma beberapa langkah dari pantai, sekarang jauh banget ke pelosok. Ditambah, bingung mau duduk dimana, kalo biasanya di bawah pondokan, sekarang udah penuh. Alhamdulillah dapat bangku, tapi cuma satu. Bayangin aja, 3 mobil, dengan jumlah kisaran 20 orang masa cuma dapat satu bangku yang kosong. Akhirnya, anak-anak sudah tidak sabar untuk main ke Pantai. Di Pantai pun, nggak sejernih dulu, yaaa karena banyak orang sih, jadi airnya sudah ke aduk-aduk sama pasir. Sejujurnya, kali ini cukup kecewa dengan Tanjung Lesung :( Mungkin bukan kecewa dengan lokasinya sih, cuma waktunya aja yang tidak tepat. Saran buat temen-temen yang mau berlibur ke Tanjung Lesung, mending hari biasa aja deh, biar Pantainya bagus gitu! :"D

Tapiiiii yaudahlah ya, bersyukur masih bisa menikmati keindahan pantai Tanjung Lesung.

Alhamdulillah dapat tempat, dibawah pohon pula, adem pula~
Jetty Tanjung Lesung
Seperti biasa, kalo ke Tanjung Lesung cuma main air biasa sih belum puas. Bakalan lebih berasa lagi, kalo kita menikmati water sport disini. Hmmm... emang sih, permainan disini lumayan mahal, jadi kita main yang standar aja deh. SNORKELING! Cukup dengan 100 ribu per orang, dulu kalo gak salah 75 ribu, kita bisa menikmati keindahan laut dari permukaan. Nah lagi lagi, agak kecewa nih, dulu waktu pertama kali snorkeling disini, kita bener-bener di-briefing dan dibimbing sebelum snorkeling di lepas di tengah laut (?).  Gimana cara pakai alatnya, dilatih nafasnya, setelah itu di lokasi snorkeling juga dibimbing dulu, gimana caranya memutar balik badan, gimana kalo air masuk ke kacamatanya itu atau ke alat pernapasan dan banyak deh, bahkan diajarkan untuk menyentuh karang gitu, menyelam ke dalam laut. Sekarang, bener-bener dilepas banget. Alhamdulillahnya ini bukan pertama kali snorkeling, jadi udah biasa. Kalo aja ini yang pertama, bisa-bisa gw trauma dan gak mau lagi.


Oh iya, kali ini salah strategi nih, kita berpikir snorkeling di sore hari karena ketika sampai matahari emang lagi terik banget, jadi kita berniat untuk snorkeling di sore hari aja. Wah ini salah banget, pas kita mau beli tiket, kata petugasnya snorkeling saat ini lagi kurang bagus, airnya lagi keruh dan ombaknya agak besar. Katanya sih, enakan snorkeling pagi aja gitu. Tapi gapapa, kita mengiyakan untuk tetap snorkeling, ya karena buat pengalaman aja sih, dan kalo ke Tanjung Lesung nggak snorkeling tuh seperti ada yang kurang rasanya. Sejujurnya sih, kali ini ikannya juga gak terlalu banyak seperti pertama kali itu, daaaan mau jujur juga sih, ikan dan keindahan karang bawah lautnya gak seindah waktu snorkeling di pulau Pramuka. Tapi setidaknya untuk pemula, snorkeling di Tanjung Lesung awal mula yang bagus.

Nah, karena waktu sudah sore, kita pulang menuju penginapan. Sebenarnya sih, bisa aja Tanjung Lesung ditempuh dalam waktu sehari pulang-pergi. Menurut gw, agak melelahkan aja kalo kita bawa anak bayi, anak kecil atau keluarga. Jadi memutuskan untuk bermalam, di homestay sepanjang kawasan di Tanjung Lesung. Oh iyaa, kalo punya budget minim, emang sebaiknya menginap di homestay aja, jangan di villa atau hotel di kawasan komplek Tanjung Lesung, karena terkenal mahal sih. Tapi jangan kecewa juga, yang namanya homestay itu, kita tinggal satu rumah sama yang punya rumahnya juga. Satu rumah itu isinnya beberapa kamar, dan kita bercampur dengan tamu-tamu lain yang menginap di homestay itu. Beruntungnya, kita di arahkan ke satu rumah gitu, jadi tinggal sama yang punya rumah, tapi keluarga kita aja. Kita juga dapat ruang TV. Nah untuk biaya penginapan homestay disana, 500 ribu untuk kamar AC dan 350 untuk kamar kipas angin. Yaaaah tinggal di cari sesuai kebutuhan aja. Banyak kok homestay sepanjang Tanjung Lesung itu, salah satunya Adam Homestay. Kemarin sih bukan di tempat asli Adam Homestay, karena sudah penuh full booked, maklum tahun baru. Jadi kemarin diarahkan ke rumah, ibunya Ibu Adam Homestay. Hmmmmm.... biasa aja sih tempatnya, cuma agak panas aja, mungkin emang rumah di sekitar Pantai panas kali ya udaranya.


Nah itu pemandangan pantai di seberang jalan homestay, jadi ternyata di situ semacam tambak nelayan gitu, semacam pelabuhan (?), tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan. Jadi emang air lautnya agak kotor, bercampur solar, dan agak lengket gatel gimana gitu. Nah beberapa kali, sore itu, ada orang yang bawa peralatan snorkeling gitu. Terus gw tanya kan, darimana mba? Dari pulau sana. Wah, berapa mba? Nggak tau. Nah gw baru tau keesokannya, dari Ibu Adam, jadi kita bisa nyebrang pulau kesana, naik perahu. Nah nama pulaunya lupa, katanya sih minimal 15 orang dalam perahu, dengan biaya 700 ribu per kapal. Nah, fasilitas yang didapat itu seperangkat alat snorkeling sejumlah 9 buah. Kata ibunya sih, disana bagus, lebih biru disana. Wah wah wah, tau gitu kesini aja daripada ke beach club. Penasaran! Haha

Keesokan harinya, kita pulang menuju Cilegon sekitar pukul 7 pagi. Sebenernya sih gak ada niatan untuk mampir kemana-mana lagi. Cuma salah satu adik dari anaknya adeknya papa (?) susah banget ya (?) pengen banget henna, semacam tatto tapi pake henna gitu looh. Akhirnya kita memutuskan cari-cari tempat yang ada Henna nya di Anyer. Tempat yang menjadi sasaran adalah pantai samping Mercusuar.

Alhamdulillah jalanan menuju Anyer lancar jaya, sekitar jam 9 pagi kita sudah sampai di Pantai Mercusuar, Anyer. Tempat ini pernah gw bahas juga, dipostingan sebelumnya. Sebenernya pantai ini bening juga sih kayak di Tanjung Lesung, cuma gak bisa buat berenang gitu. Tapi ternyata disudut pojokan pantai, ada salah satu tempat yang bisa dibuat berenang sama anak-anak. Dan lumayan bagus juga sih.

 
Pantai buat berenang dilihat dari Atas Mercusuar

Nah seperti biasa, kalo ke Pantai Mercusuar ini sayang banget kalo kita gak menikmati keindahan pantai Anyer dari ketinggian atas Mercusuar. Naik ke atas Mercusuar ini dikenakan tarif sebesar 7 ribu rupiah. Padahal dulu cuma 5 ribu kalo nggak salah. Eeeitss, nggak kecewa sih dengan naiknya tarif itu, karena ternyata sudah ada perbaikan dari keadaan sebelumnya. Kalo dulu dalamnya agak gelap, berkarat, dan agak bau besi tua gitu, kalo sekarang berbeda. Sekarang Mercusuar ini dalamnya bagus banget, dinding di cat berwarna coklat batang, alas dan tangganya di cat berwarna hijau muda. Bagus! Jadi, kalo mau naik ke atas, disarankan untuk melepas alas kaki, biar awet, nggak kotor. Selain itu di lantai dasar, 1 dan 2 kalo gak salah, ditampilkan poster-poster tentang Mercusuar yang ada di Indonesia. Bukan cuma menikmati keindahan, tapi meng-edukasi juga kan! Good job buat Mercusuar Cikoneng ini.


Untuk mencapai puncak, kita harus melewati 17 tingkat. Jadi, cukup menguras tenaga bukan? Tapi sungguh bangga dengan nenda (nenek-nenek muda) :p yang ikut naik kesini. Awalnya, Umi, dilantai 3 sudah tidak kuat, muka nya agak pucat, jadi memutuskan untuk menghentikan perjuangan keatas mercusuar. Papa juga keliatannya udah "ngos-ngosan".

Duh, kasian Umi dan Tante Lila gak kuat haha :D

Hmm tapi semuanya penasaran, dengan dalih "penasaran dan tanggung" akhirnya semuanya tetap melanjutkan perjuangan ke atas Mercusuar, dengan catatan "pelan-pelan" yaaah. Hahaha

 
 
Wohoooo, keren bukan? nenek-nenek sampai puncak B)
Sudah puas menikmati keindahan alam dari atas Mercusuar, kita segera turun kembali. Nah, sayangnya di dalam mercusuar ini ada beberapa pengunjung yang merokok. Sebenernya mau menegur sih, cuma kan gak ada tanda dilarang merokok jadi agak ragu untuk menegor. Masukan untuk pengelola Mercusuar sih, mohon diperhatikan pengunjung di atas, diingatkan untuk tidak merokok di dalam mercusuar. Kenapa? karena kita kan untuk mencapai atas itu cukup menguras tenaga dan membuat "ngos-ngosan". Masa lagi butuh oksigen banyak, malah dikasih sama asap rokok? Kan kasian paru-paru ini, sudah bekerja keras, mlah dikasih asap rokok :"(. Selain itu, diingatkan juga untuk tidak menumpuk diatas, bergantian untuk mengabadikan momen di atas mercusuar. Sebenernya sih ini inisiatif sendiri aja, saling menghargai aja, termasuk bergantian naik dan turun tangga. Nah masukan terakhir sih, gak penting juga mungkin, coba setiap anak tangganya berbeda warna, khawatir aja sih salah langkah kalo warnanya sama gitu. Masuk akal gak sih? haha

Mercusuar Cikoneng, done!
Ada yang baru juga di kawasan Mercusuar ini, kalo dulu di depannya ada semacam prasasti gitu, sekarang entah dimana, mungkin kemarin nggak liat dipindahkan kemana. Nah, tapi dibangun semacam tugu bola dunia gitu, bertuliskan titik NOL KM Anyer.

titik NOL km Anyer-Panarukan
Sebenernya kurang paham sih dengan adanya tugu titik NOL km ini, ternyata di bawah bola dunia itu bertuliskan "DISINI AWAL BERDIRINYA MENARA SUAR CIKONENG YANG MERUPAKAN PETANDA TITIK 0 (NOL) ANYER PANARUKAN" Hmmm setelah googling, ternyata ini merupakan untuk mengenang peristiwa bersejarah, sebagai tanda titik nol kilometer pembangunan jalan Anyer Panarukan di bekas pondasi Menara Suar Cikoneng yang lama, yang telah hancur akibat letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Okedeh, jadi sedikit paham, dulu mercusuar awalnya di bangun di tempat tugu bola dunia ini, karena hancur akibat letusan Gunung Krakatau, di bangun kembali, di tempat mercusuar yang sekarang. Hmmm lebih jelasnya cari tau aja sendiri yaaa :p

Hari semakin siang, panas matahari semakin terik, kita juga harus kembali ke Cilegon dan juga kembali ke Jakarta. Kondisi jalanan pun sudah sangat tidak menentu. Padat banget, sampe diberlakukan satu arah. Mungkin dari arah Jakarta menuju Anyer sudah padat banget. Dan nyatanya memang demikian. Macetnya itu berawal dari Pintu Kereta itu tuuuh. Huft. Alhamdulillah sih ke arah Jakarta belum terjadi kemacetan, hanya ramai lancar saja. Oke see you next time!! Sayang untuk dibuang, sebagai kenangan~

Seluruh peserta~

Keluarga Kecil ku~
Sebagai penutup, saran dari gw buat temen-temen yang mau jalan-jalan ke Anyer, Mercusuar ataupun Tanjung Lesung, mending jangan berlibur di tahun baru kaya gw kemaren, ataupun lagi libur panjang, karena macetnya parah banget! Bukan hanya itu, daripada kecewa udah bermacet-macet ria, eh sampai pantainya udah kaya "cendol". Kalau pun terpaksa di hari libur panjang, pake strategi aja, jalan dari pagi-pagi buta, jadi sampai disana seenggak-enggaknya belum ramai banget dan sudah sewa penginapan dari jauh hari, karena rata-rata sudah full booked. Apalagi kalo ke Tanjung Lesung, mending hari biasa aja deh, sayang banget, bakalan kecewa, tidak bisa menikmati keindahan Tanjung Lesung yang semestinya. Terakhir, bawa uang yang banyak yah :p Have fun, selamat berlibur bagi teman-teman yang mau liburan! :)