Selasa, 19 Januari 2016

Liburan Awal Tahun 2016 : Tanjung Lesung dan Mercusuar Anyer (lagi)

Postingan pertama di bulan pertama di hari pertama di tahun 2016, mau mengulas liburan menyambut tahun baru kemarin. Sebenernya nggak ada maksud buat menyambut tahun baru sih, karena buat gw, tahun baru bukanlah suatu hal yang di-istimewa-kan, cuma pas aja kebetulan momennya dengan jadwal "libur" yang cukup panjang. Jadi seakan-akan liburan dalam rangka tahun baruan, nggak gitu ya guys hahaha. Liburan kali ini sebenernya sih terencana, cuma keputusan jadi atau nggaknya aja yang mendadak. 

Tanjung Lesung!!! Tempat yang gw rekomendasi kan buat liburan edisi bersama keluarga kali ini. Tanjung Lesung bukan kunjungan tempat pertama kalinya buat gw, tapi untuk yang ketiga kalinya kesini. Bosen gak sih? Nggak! Karena gw tau, Pantai Tanjung Lesung ini super duper bagus banget, cocok untuk mengajak keluarga untuk menikmati keindahan pantai yang tidak "biasa". Iya tidak biasa, air yang jernih, pasir putih yang halus, pemandangan biru sepanjang mata ditambah dengan water sport disana yang masih menjadi daya tarik dari Tanjung Lesung ini. 

Jadi kita berangkat dari Cilegon tepat jam 5 pagi, tanggal 1 Januari 2016, menuju Tanjung Lesung, via Anyer. Kita semua berjumlah 3 mobil. Memang sengaja berangkat pagi-pagi buta, khawatir bakalan kena macet sepanjang Anyer. Yah namanya juga sama keluarga ya, 3 mobil juga, jadi sepanjang jalan banyak berhentinya, ke toiletlah, sarapanlah, isi bensinlah, beli ini, beli itulah. Huft. Alhasil sampai di lokasi bakalan tetap siang haha. Sepanjang Anyer sih lancar jaya, cuma sepanjang pantai rekreasi di Anyer, hampir semuanya parkir full dengan mobil orang-orang liburan, masih pagi loh, jam 6 pagi loooooh, wah ini sih penuh sama orang yang nginep menyambut tahun baru. Dalam hati berkata, semoga nanti di Tanjung Lesung nggak kaya gitu keadaannya.

Tibalah di depan kawasan komplek Tanjung Lesung, kira-kira jam 10 pagi. Sedikit firasat nggak enak nih, kok baru di depan komplek untuk bayar tiket masuk kawasan tanjung lesung aja udah pake ngantri. Oh iya, waktu itu biaya tiket masuk menjadi 10 ribu rupiah. Dari depan komplek kita masih harus ke tempat rekreasi pantainya, kira-kira 5-10 menit, tibalah di pintu gerbang Beach Club Tanjung Lesung, daaaaaan sungguh shocked berat : Antrian Panjang dan Parkiran Penuh Banget! Sangat tidak terduga, dua kali pernah kesini, dulu tanpa antri dan mobil yang masuk sini bisa dihitung pake jari. Oh iya, biaya tiket masuk Beach Club juga nggak seperti dulu, sekarang menjadi : 40 ribu rupiah per orang, anak di bawah usia 5 tahun gratis dan tiket masuk per mobil 25 ribu rupiah. Sungguh awal yang membuat gak enak hati :( Padahal ekspektasinya masih sama seperti yang dulu. Iya pasti lebih ramai pengunjung, tapi gak banyak begini huhu.

Turun dari mobil untuk ke pantai cukup jauh, iya jauh, karena biasanya parkiran mobil cuma beberapa langkah dari pantai, sekarang jauh banget ke pelosok. Ditambah, bingung mau duduk dimana, kalo biasanya di bawah pondokan, sekarang udah penuh. Alhamdulillah dapat bangku, tapi cuma satu. Bayangin aja, 3 mobil, dengan jumlah kisaran 20 orang masa cuma dapat satu bangku yang kosong. Akhirnya, anak-anak sudah tidak sabar untuk main ke Pantai. Di Pantai pun, nggak sejernih dulu, yaaa karena banyak orang sih, jadi airnya sudah ke aduk-aduk sama pasir. Sejujurnya, kali ini cukup kecewa dengan Tanjung Lesung :( Mungkin bukan kecewa dengan lokasinya sih, cuma waktunya aja yang tidak tepat. Saran buat temen-temen yang mau berlibur ke Tanjung Lesung, mending hari biasa aja deh, biar Pantainya bagus gitu! :"D

Tapiiiii yaudahlah ya, bersyukur masih bisa menikmati keindahan pantai Tanjung Lesung.

Alhamdulillah dapat tempat, dibawah pohon pula, adem pula~
Jetty Tanjung Lesung
Seperti biasa, kalo ke Tanjung Lesung cuma main air biasa sih belum puas. Bakalan lebih berasa lagi, kalo kita menikmati water sport disini. Hmmm... emang sih, permainan disini lumayan mahal, jadi kita main yang standar aja deh. SNORKELING! Cukup dengan 100 ribu per orang, dulu kalo gak salah 75 ribu, kita bisa menikmati keindahan laut dari permukaan. Nah lagi lagi, agak kecewa nih, dulu waktu pertama kali snorkeling disini, kita bener-bener di-briefing dan dibimbing sebelum snorkeling di lepas di tengah laut (?).  Gimana cara pakai alatnya, dilatih nafasnya, setelah itu di lokasi snorkeling juga dibimbing dulu, gimana caranya memutar balik badan, gimana kalo air masuk ke kacamatanya itu atau ke alat pernapasan dan banyak deh, bahkan diajarkan untuk menyentuh karang gitu, menyelam ke dalam laut. Sekarang, bener-bener dilepas banget. Alhamdulillahnya ini bukan pertama kali snorkeling, jadi udah biasa. Kalo aja ini yang pertama, bisa-bisa gw trauma dan gak mau lagi.


Oh iya, kali ini salah strategi nih, kita berpikir snorkeling di sore hari karena ketika sampai matahari emang lagi terik banget, jadi kita berniat untuk snorkeling di sore hari aja. Wah ini salah banget, pas kita mau beli tiket, kata petugasnya snorkeling saat ini lagi kurang bagus, airnya lagi keruh dan ombaknya agak besar. Katanya sih, enakan snorkeling pagi aja gitu. Tapi gapapa, kita mengiyakan untuk tetap snorkeling, ya karena buat pengalaman aja sih, dan kalo ke Tanjung Lesung nggak snorkeling tuh seperti ada yang kurang rasanya. Sejujurnya sih, kali ini ikannya juga gak terlalu banyak seperti pertama kali itu, daaaan mau jujur juga sih, ikan dan keindahan karang bawah lautnya gak seindah waktu snorkeling di pulau Pramuka. Tapi setidaknya untuk pemula, snorkeling di Tanjung Lesung awal mula yang bagus.

Nah, karena waktu sudah sore, kita pulang menuju penginapan. Sebenarnya sih, bisa aja Tanjung Lesung ditempuh dalam waktu sehari pulang-pergi. Menurut gw, agak melelahkan aja kalo kita bawa anak bayi, anak kecil atau keluarga. Jadi memutuskan untuk bermalam, di homestay sepanjang kawasan di Tanjung Lesung. Oh iyaa, kalo punya budget minim, emang sebaiknya menginap di homestay aja, jangan di villa atau hotel di kawasan komplek Tanjung Lesung, karena terkenal mahal sih. Tapi jangan kecewa juga, yang namanya homestay itu, kita tinggal satu rumah sama yang punya rumahnya juga. Satu rumah itu isinnya beberapa kamar, dan kita bercampur dengan tamu-tamu lain yang menginap di homestay itu. Beruntungnya, kita di arahkan ke satu rumah gitu, jadi tinggal sama yang punya rumah, tapi keluarga kita aja. Kita juga dapat ruang TV. Nah untuk biaya penginapan homestay disana, 500 ribu untuk kamar AC dan 350 untuk kamar kipas angin. Yaaaah tinggal di cari sesuai kebutuhan aja. Banyak kok homestay sepanjang Tanjung Lesung itu, salah satunya Adam Homestay. Kemarin sih bukan di tempat asli Adam Homestay, karena sudah penuh full booked, maklum tahun baru. Jadi kemarin diarahkan ke rumah, ibunya Ibu Adam Homestay. Hmmmmm.... biasa aja sih tempatnya, cuma agak panas aja, mungkin emang rumah di sekitar Pantai panas kali ya udaranya.


Nah itu pemandangan pantai di seberang jalan homestay, jadi ternyata di situ semacam tambak nelayan gitu, semacam pelabuhan (?), tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan. Jadi emang air lautnya agak kotor, bercampur solar, dan agak lengket gatel gimana gitu. Nah beberapa kali, sore itu, ada orang yang bawa peralatan snorkeling gitu. Terus gw tanya kan, darimana mba? Dari pulau sana. Wah, berapa mba? Nggak tau. Nah gw baru tau keesokannya, dari Ibu Adam, jadi kita bisa nyebrang pulau kesana, naik perahu. Nah nama pulaunya lupa, katanya sih minimal 15 orang dalam perahu, dengan biaya 700 ribu per kapal. Nah, fasilitas yang didapat itu seperangkat alat snorkeling sejumlah 9 buah. Kata ibunya sih, disana bagus, lebih biru disana. Wah wah wah, tau gitu kesini aja daripada ke beach club. Penasaran! Haha

Keesokan harinya, kita pulang menuju Cilegon sekitar pukul 7 pagi. Sebenernya sih gak ada niatan untuk mampir kemana-mana lagi. Cuma salah satu adik dari anaknya adeknya papa (?) susah banget ya (?) pengen banget henna, semacam tatto tapi pake henna gitu looh. Akhirnya kita memutuskan cari-cari tempat yang ada Henna nya di Anyer. Tempat yang menjadi sasaran adalah pantai samping Mercusuar.

Alhamdulillah jalanan menuju Anyer lancar jaya, sekitar jam 9 pagi kita sudah sampai di Pantai Mercusuar, Anyer. Tempat ini pernah gw bahas juga, dipostingan sebelumnya. Sebenernya pantai ini bening juga sih kayak di Tanjung Lesung, cuma gak bisa buat berenang gitu. Tapi ternyata disudut pojokan pantai, ada salah satu tempat yang bisa dibuat berenang sama anak-anak. Dan lumayan bagus juga sih.

 
Pantai buat berenang dilihat dari Atas Mercusuar

Nah seperti biasa, kalo ke Pantai Mercusuar ini sayang banget kalo kita gak menikmati keindahan pantai Anyer dari ketinggian atas Mercusuar. Naik ke atas Mercusuar ini dikenakan tarif sebesar 7 ribu rupiah. Padahal dulu cuma 5 ribu kalo nggak salah. Eeeitss, nggak kecewa sih dengan naiknya tarif itu, karena ternyata sudah ada perbaikan dari keadaan sebelumnya. Kalo dulu dalamnya agak gelap, berkarat, dan agak bau besi tua gitu, kalo sekarang berbeda. Sekarang Mercusuar ini dalamnya bagus banget, dinding di cat berwarna coklat batang, alas dan tangganya di cat berwarna hijau muda. Bagus! Jadi, kalo mau naik ke atas, disarankan untuk melepas alas kaki, biar awet, nggak kotor. Selain itu di lantai dasar, 1 dan 2 kalo gak salah, ditampilkan poster-poster tentang Mercusuar yang ada di Indonesia. Bukan cuma menikmati keindahan, tapi meng-edukasi juga kan! Good job buat Mercusuar Cikoneng ini.


Untuk mencapai puncak, kita harus melewati 17 tingkat. Jadi, cukup menguras tenaga bukan? Tapi sungguh bangga dengan nenda (nenek-nenek muda) :p yang ikut naik kesini. Awalnya, Umi, dilantai 3 sudah tidak kuat, muka nya agak pucat, jadi memutuskan untuk menghentikan perjuangan keatas mercusuar. Papa juga keliatannya udah "ngos-ngosan".

Duh, kasian Umi dan Tante Lila gak kuat haha :D

Hmm tapi semuanya penasaran, dengan dalih "penasaran dan tanggung" akhirnya semuanya tetap melanjutkan perjuangan ke atas Mercusuar, dengan catatan "pelan-pelan" yaaah. Hahaha

 
 
Wohoooo, keren bukan? nenek-nenek sampai puncak B)
Sudah puas menikmati keindahan alam dari atas Mercusuar, kita segera turun kembali. Nah, sayangnya di dalam mercusuar ini ada beberapa pengunjung yang merokok. Sebenernya mau menegur sih, cuma kan gak ada tanda dilarang merokok jadi agak ragu untuk menegor. Masukan untuk pengelola Mercusuar sih, mohon diperhatikan pengunjung di atas, diingatkan untuk tidak merokok di dalam mercusuar. Kenapa? karena kita kan untuk mencapai atas itu cukup menguras tenaga dan membuat "ngos-ngosan". Masa lagi butuh oksigen banyak, malah dikasih sama asap rokok? Kan kasian paru-paru ini, sudah bekerja keras, mlah dikasih asap rokok :"(. Selain itu, diingatkan juga untuk tidak menumpuk diatas, bergantian untuk mengabadikan momen di atas mercusuar. Sebenernya sih ini inisiatif sendiri aja, saling menghargai aja, termasuk bergantian naik dan turun tangga. Nah masukan terakhir sih, gak penting juga mungkin, coba setiap anak tangganya berbeda warna, khawatir aja sih salah langkah kalo warnanya sama gitu. Masuk akal gak sih? haha

Mercusuar Cikoneng, done!
Ada yang baru juga di kawasan Mercusuar ini, kalo dulu di depannya ada semacam prasasti gitu, sekarang entah dimana, mungkin kemarin nggak liat dipindahkan kemana. Nah, tapi dibangun semacam tugu bola dunia gitu, bertuliskan titik NOL KM Anyer.

titik NOL km Anyer-Panarukan
Sebenernya kurang paham sih dengan adanya tugu titik NOL km ini, ternyata di bawah bola dunia itu bertuliskan "DISINI AWAL BERDIRINYA MENARA SUAR CIKONENG YANG MERUPAKAN PETANDA TITIK 0 (NOL) ANYER PANARUKAN" Hmmm setelah googling, ternyata ini merupakan untuk mengenang peristiwa bersejarah, sebagai tanda titik nol kilometer pembangunan jalan Anyer Panarukan di bekas pondasi Menara Suar Cikoneng yang lama, yang telah hancur akibat letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Okedeh, jadi sedikit paham, dulu mercusuar awalnya di bangun di tempat tugu bola dunia ini, karena hancur akibat letusan Gunung Krakatau, di bangun kembali, di tempat mercusuar yang sekarang. Hmmm lebih jelasnya cari tau aja sendiri yaaa :p

Hari semakin siang, panas matahari semakin terik, kita juga harus kembali ke Cilegon dan juga kembali ke Jakarta. Kondisi jalanan pun sudah sangat tidak menentu. Padat banget, sampe diberlakukan satu arah. Mungkin dari arah Jakarta menuju Anyer sudah padat banget. Dan nyatanya memang demikian. Macetnya itu berawal dari Pintu Kereta itu tuuuh. Huft. Alhamdulillah sih ke arah Jakarta belum terjadi kemacetan, hanya ramai lancar saja. Oke see you next time!! Sayang untuk dibuang, sebagai kenangan~

Seluruh peserta~

Keluarga Kecil ku~
Sebagai penutup, saran dari gw buat temen-temen yang mau jalan-jalan ke Anyer, Mercusuar ataupun Tanjung Lesung, mending jangan berlibur di tahun baru kaya gw kemaren, ataupun lagi libur panjang, karena macetnya parah banget! Bukan hanya itu, daripada kecewa udah bermacet-macet ria, eh sampai pantainya udah kaya "cendol". Kalau pun terpaksa di hari libur panjang, pake strategi aja, jalan dari pagi-pagi buta, jadi sampai disana seenggak-enggaknya belum ramai banget dan sudah sewa penginapan dari jauh hari, karena rata-rata sudah full booked. Apalagi kalo ke Tanjung Lesung, mending hari biasa aja deh, sayang banget, bakalan kecewa, tidak bisa menikmati keindahan Tanjung Lesung yang semestinya. Terakhir, bawa uang yang banyak yah :p Have fun, selamat berlibur bagi teman-teman yang mau liburan! :)

6 komentar:

  1. Oke gan terimakasih infonya

    BalasHapus
  2. Thx utk infonya..bermanfaat buat aku yg suka liburan.. mampir juga yu ke web kami http://elementmtb.com/gowes-di-kota-tua-kenapa-tidak/

    BalasHapus
  3. Kondisi jalannya rollee coaster ga gan?

    BalasHapus
  4. Visit komodotravelmart.com

    Kunjungi komodo travel mart dapatkan penawaran paket wisata NTT dengan harga menarik dari puluhan seller NTT. Nikmati juga liburan gratis ke beberapa daerah di NTT dengan bergabung pada acara komodo travel mart.

    BalasHapus