Minggu, 14 Februari 2016

Edisi Rindu Kawan : Arung Jeram Ciater

Iseng-iseng lagi beresin isi laptop, tiba-tiba jadi baper gini nih. Baper karena ngeliat kumpulan foto-foto terus jadi kangen jalan-jalan, kangen temen-temen, kangen kebersamaan semasa dahulu. Seakan-akan memori dimasa itu terputar kembali dan sangat jelas terasa, detik demi detiknya dalam ingatan ini. Kangennya terlalu dini ya??? Padahal kan baru "seumur jagung" kita gak saling berinteraksi se-intens waktu dulu. Yah gak tau deh, gw mah gitu orangnya, sangat menjunjung tinggi rasa persahabatan. Terkadang gw sering mikir, kalo gw sedang terbesit "memori" dimasa itu dan timbul rasa rindu, apakah mereka merasakan hal yang sama? Entahlah. Mungkin hanya Tuhan yang tahu segalanya. Loh kok jadi kaya lirik lagu yah? Hahaha

Salah satu yang gw kangenin adalah jalan-jalan bersama mereka. Iya mereka. Mereka yang ada dalam postingan kali ini. Gara-garanya buka folder "Ultah Daman - Ke Ciater" di laptop nih, niatan untuk buat postingan ini. Bukan ultah Daman-nya yang mau diceritakan disini karena kan edisi ulang tahun Daman sudah di bahas di postingan sebelumnya, tapi yang dibahas adalah edisi jalan-jalan mendadaknya, jalan-jalan ke Ciater. Mendadak? Sebenernya enggak mendadak juga sih, karena sebelumnya ada wacana untuk ke Ciater, bermula dari cerita Fia, yang saudaranya habis pergi ke suatu tempat yang katanya bagus, yang katanya ada tempat untuk rafting. Gw pribadi sangat tertarik karena pada saat itu lagi getol banget pengen ngerasain rafting gitu.

Dari  malam keberangkatan ke rumah Daman yang di Cikarang, wacana dimulai. "Besoknya kita ke Ciater yuk! Yuk yuk yuk!" Namun, responnya kurang bagus. Alif yang tidak bawa baju lebih, Ika yang ternyata sudah ada janji dengan nyonya besar dan kondisi keuangan sebagai seorang mahasiswa yang selalu "seret" setiap saat. #eh. Sampai keesokan harinya, bangun pagi masih pada mager, kita mengadakan rapat dadakan. Akankah kita pergi ke Ciater sana? Dengan segala pertimbangan, akhirnya kita putuskan untuk pergi ke Ciater. Toh bersama kita bisa!!! Ini kata-kata andalan yang selalu gw pake kalo ada rencana jalan-jalan gini. Yaiyalah bersama kita bisa, kalo dihadapinya bersama-sama, segala sesuatu akan terasa lebih mudah, saling melengkapi kekurangan dengan kelebihan masing-masing. 

Perjalanan yang cukup panjang, mendaki gunung lewati lembah, kawasan pabrik, hutan pohon apa gitu yang sejajar rapi, macet dibeberapa titik, tanya sana-sini karena khawatir salah jalan. Siapa sih yang bilang Cikarang-Bandung itu deket? ini hoax banget!!! Tapi gak apa deh, setidaknya gw jadi tau, kalo ternyata tarif tol Cipali itu mahal banget -__- terus juga ternyata bawa mobil sepanjang tol itu juga mesti hati-hati loh, dalam kecepatan diatas 100 km/jam itu sedikit goyang ketika ada hembusan angin, padahal penumpang dalam mobil kan cukup "berisi" harusnya bisa stabil.

Tak terasa eh maksudnya sangat terasa perjalanan, kita sudah sampai di Ciater! Uyeaaaaa!!! Nah gini nih penampakannya......
Ciater SPA Resort
Sepanjang perjalanan di kawasan sekitar Ciater itu ada kebun teh gitu. Kebon tehnya bagus banget, hijau asri, rapi tata letaknya, jauh beda dengan kebun teh yang ada di Puncak. Jadi tertarik banget buat narsis di kebun teh, tapi sayangnya setiap mau menepi susah banget spot untuk parkir mobilnya. Beginilah kalo jodoh dan rezeki itu emang gak kemana, ternyata di depan pintu masuk kawasan Ciater ini juga ada kebun teh, walaupun sih spotnya gak sebagus yang kita lihat di sepanjang perjalanan. Let's go to Narsis!
 
Ulalalala...... so sweetnya!
Foto yang terakhir itu serasa kaya pre-wedding gitu ya ._. Entah kenapa suka aja ngeliatnya, Fia dan Bucher dengan posisi seperti itu . Walaupun gw tau gw gak tau hubungan kalian seperti apa sebenarnya, #uhuk semoga terjaga selalu sampai berujung sesuai dengan yang diinginkan ya. Aamiin.

Naaah setelah masuk ke dalam Ciater, ternyata itu semacam kawasan rekreasi gitu, ada penginapan, pemandian air panas, outbound, atv, arum jeram dan lainnya. Waktu itu lupa deh tarif parkir mobil dan perorang berapa untuk masuk kawasan ini. Tibalah kita di lokasi yang sangat diidam-idamkan dari awal. RAFTING!!! eh ternyata tulisannya ARUNG JERAM hihihi
Loket karcis arung jeram
Arung jeram dengan rafting sama yak? Gak tau nih ._. Ekspektasinya sih, kirain kita rafting ataupun arung jeram di sungai besar gitu, eh nyatanya di sungai kecil dan seperti buatan gini. Keliatan dalam foto kan? Harga tiket untuk bisa main wahana arung jeram itu merogoh kocek sebesar Rp 65.000 per orang (September 2015) Sebenernya bisa dibilang mahal sih ya, per orang loh bukan per perahu, tapi gak masalah deh, masa jauh-jauh kesini dan menjadi tujuan utama malah gak jadi main arung jeram. 

Persiapan Arung Jeram
 
 
 

Keliatan ceria banget kaaaaan??? Oke, setelah semuanya sudah siap, kita menuju lokasi start arung jeram yang posisinya agak dibawah, sedikit menurun gitu. Jadi sepertinya sungai ini adalah sungai buatan, yang diatasnya ada waduk gitu. Dan ketika ada yang akan main arung jeram disini, pintu air nya dibuka, jadi debit air akan menjadi lebih banyak dan mengalir cukup deras.




Sayang banget sih kesini gak ada persiapan sama sekali, jadi gak bawa waterproof buat hp gitu. Kan maunya mah setiap waktu setiap momen harus di abadikan, jadinya gak ada dokumentasi deh sepanjang sungai selama arung jeram. Padahal asli loh, walaupun tidak sesuai ekspektasi, tapi rasanya.... super duper menyenangkan. Walaupun awalnya teriak-teriak gak jelas yang disengaja, melewati medan yang seperti itu, alhasil teriak-teriak dengan sendirinya. Yaiyalah, turunan curam dan bebatuan, ditengah-tengah perahu sampe tebalik gitu alhasil kita mental dan jatoh, ditambah lagi abangnya memutar balik posisi perahu karet jadi kita jalannya mundur gitu. Gak asiknya, air disini kan ada kandungan sulfurnya, jadi perih dimata dan agak "asam" pas airnya masuk ke dalam hidung dan mulut. Serius deh, sungguh 10 menit yang luar biasa. Jadi penasaran banget gimana rafting yang sesungguhnya! 

Setelah selesai sampai finish point, kita dijemput dengan mobil bak terbuka gitu, tapi yang ada tempat duduknya itu loh. Hmmm jadi kita naik mobil menyusuri sepanjang sungai. Dingin euy! Brrrrrrr

Nah karena gak punya foto waktu arung jeram, sebelum kita ganti baju, kita turun lagi ke sungai di start point. Yah seenggaknya ada dokumentasi edisi basah-basahan abis naik arung jeram laaaah hihihi

 
Yah seperti itulah cerita jalan-jalan ke Ciater dan mencoba sesuatu hal yang baru Arung Jeram, bahasa kerennya sih sesuatu yang menantang adrenalin. Ceritanya singkat banget ya dan kali ini postingannya gak sedetail biasanya tentang rute perjalanan, harga tiket, dan tips-tips gitu, karena emang tujuan postingan ini sih dalam rangka menulis rindu. Menulis semua kejadian masa-masa yang dirindukan itu, yang sedang berputar layaknya sebuah film dalam pikiran. 


Sooo, kapan nih kita mewujudkan Rafting kita yang tertunda? hihi

3 komentar:

  1. terimakasih informasinya, sangat baik jika dipadukan dengan konsep wisata permainan air sehingga bisa dinikmati ketika berwisata bersama keluarga, kami siap membantu untuk mengembangkan konsep wisata permainan air, lihat disini untuk melihat konsep dan contoh wisata permainan airnya

    BalasHapus
  2. cakep tuh, ada info budget harga ga?
    terima kasih
    Prima kreasi

    BalasHapus
  3. nah cakep tuh dan peluang bagus kalo wisatanya dikembangkan dengan konsep penambahan wahana permainan air yang menantang

    sehingga bisa menarik pengunjung baru, kami selaku perusahaan yang sudah bergerak bertahun-tahun dalam menangani pembuatan

    wahana permainan air siap melayani pesanan anda seperti :
    Seluncuran spiral
    Race Family
    Jamur Air
    Ember Tumpah
    Spiral Waterslide

    BalasHapus