Sabtu, 13 Februari 2016

Pengalaman Tes Kerja di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP)

Pengalaman tes kerja kali ini panggilannya berasal dari ikutan job fair Indonesia Career Expo di Balairung UI pada hari Sabtu, 31 Oktober 2015. Job Fair? Ngapain aja yaaa? Kalo ikut job fair apa aja yang perlu di persiapkan sih? Wah kayaknya ide yang bagus untuk buat postingan yang membahas masalah job fair. Wait ya! Next postingan aja! :p <<< kayak ada yang baca blog ini aja :"D

Waktu itu lumayan banyak sih masukin CV ke beberapa perusahaan yang sesuai kualifikasi yang ada. Salah satunya adalah PT Riau Andalan Pulp and Paper yang termasuk ke dalam APRIL Group. Dari namanya udah jelas ketauan kan perusahaan apa dan ada dimana lokasinya? Perusahaan ini memproduksi kertas dengan salah satu mereknya Paper One dan terletak di Pangkalan Kerinci, Riau. Di perusahaan ini lowongan yang sesuai dan sedang di buka adalah program EDT atau Engineering Development Trainee.

Sepulangnya dari job fair, gw dapet sms dari nomor yang tidak dikenal. Ternyata isi sms dari nomor yang tak dikenal itu berisi undangan Psikotes dari APRIL Group yang akan dilaksanakan hari  Minggu, 1 November 2015 di Aula A Gedung FKM UI jam 8 pagi. Tanpa basa-basi, gw langsung konfirmasi untuk undangan Psikotes tersebut. 

1. Tes Psikotes (Minggu, 1 November 2015)

Dari undangan psikotes tersebut, ternyata banyak juga ya peserta yang di undang dari berbagai jurusan mungkin sekitar 80-an orang. Di pagi hari itu, kita langsung menempati kursi yang kosong dan diberikan selembar kertas semacam Application Form gitu yang berisikan Identitas pribadi dengan akhiran bersediakah di tempatkan di Riau dan menuliskan expected sallary. Setelah pengisian dan pengumpulan application form, ada presentasi profile company dari PT RAPP, general process pembuatan kertas nya gimana, produknya apa aja, bahkan sampai fasilitas yang diberikan oleh perusahaan tersebut. Sungguh sangat tertarik banget kalo diliat dari presentasinya, gimana enggak? orang fasilitasnya hampir sama kayak perusahaan Badak tempat KP waktu itu. Mulai dari tempat tinggal, transportasi, wahana sport, punya bandara sendiri, punya lingkungan komplek perusahaan gitu. Pokoknya menggiurkan deh kalo liat presentasi profile company nya.

Setelah itu, kita diarahkan dari pihak PT RAPP untuk masuk ke tahap pertama, Psikotes. Nah sebagai refrensi nih, psikotes di perusahaan ini ada beberapa bagian. Seinget gw yaaa.... yang pasti ada General Aptitude Test (GAT) yang macamnya matematika sederhana, deret angka, hubungan kata, potongan gambar, pola gambar dan gitu deeeh. Terus  tes kepribadian yang sering disebut dengan EPPS (Edwards Personal Preference Schedule) yang soalnya banyak banget, kemarin yang 200 soal. Ini sih gampang, cuma pilih jawaban A atau B gak akan ada yang salah, toh berdasarkan kepribadian masing-masing. Nah juga ada tes PAULI atau KRAPELIN, yang terkenal dengan tes koran.

Kalo mau tau rinci rentetan tentang tes psikotes silahkan googling sendiri aja, konon katanya ada tips-tips gitu, cara jitu biar lolos psikotes. Hmmm entahlah, gak 100 % percaya juga sih, cuma butuh juga buat refrensi, apa aja yang harus dilakukan pada saat menjawab tes psikotes dan apa yang harus dihindarkan. Toh pun, setiap perusahaan punya "cara tersendiri" dan "kriteria" masing-masing. Konon, tes psikotes itu juga gak ada jawaban yang salah ataupun benar, ya itu semua hanya menggambarkan "kepribadian" kita. Konon loh ya~ *bukan orang psikologi sih*

Setelah tes psikotes selesai, kita dipersilahkan untuk istirahat terlebih dahulu dan makan siang. Sayangnya gak dapet makan siang nih, padahal kalo diliat dari profile company-nya kan world class gitu. Oh iya, kita juga tidak diperbolehkan pulang, karena setelah itu jam 1 siang ada pengumuman yang lolos dari tahap psikotes untuk melanjutkan tahap wawancara HRD dan juga User.

2. Wawancara HRD (Minggu, 1 November 2015)

Pasrah banget nih, mikir kalo gw bakalan gak lolos dari tes psikotes ini. Pertama, ini merupakan tes psikotes yang lumayan lengkap untuk pertama kalinya buat gw. Kedua, diliat dari profile company-nya yang terkesan "wah" banget, yang semakin buat gw berpikir mana mungkin dengan jawaban psikotes yang tadi gw kerjain bisa menembus perusahaan yang "wah" gitu. Akhirnya, gw kembali ke dalam aula, dan pengumuman hasil psikotes pun dimulai dengan cara disebutkan sesuai nomor urut absensi. Gilaaaa! Nomor absensi awal banyak banget yang lolos, yang berarti "kuota" untuk lulus psikotes menipis dooong. Dan ternyata, Alhamdulillah, nomor urut absensi gw disebut oleh pihak HRD yang berarti gw lolos tes psikotes dan melanjutkan tahapan berikutnya.

Setelah itu, kita dikumpulkan sesuai dengan jurusan masing-masing. Kalo gak salah sih waktu itu jurusan teknik kimia yang lolos sekitar 8 orang. Kita di urutkan duduknya sesuai dengan nomor absensi awal dari yang terkecil dan terbesar. Pada saat itu, gw adalah nomor urut terbesar di jurusan teknik kimia yang lolos psikotes dan yang pastinya dapat nomor urut terakhir untuk wawancara HRD. Wawancara diperkirakan sekitar 30 menit dan langsung diestimasikan gw bakalan dapat jadwal pukul 17.00 WIB alias jam 5 Sore. Lo bayangin aja, dari jam 1 siang ke jam 5 sore berapa jam nunggunya???? Gw putuskan untuk pulang dulu, belajar sedikitlah buat persiapan, biar lebih fresh juga nanti alias mandi dulu hehehe. Btw, I wanna say, thank you so much buat Rahajeng dan Rihan, yang mau ikut ke rumah gw untuk kasih semangat dan ngajarin gw buat ngadepin wawancara waktu itu, walaupun akhirnya mereka tidak menemani sampai wawancara berlangsung haha.

Abis solat ashar, gw langsung berangkat lagi ke TKP. Suasanya mendukung banget nih, hujan turun dan banyak "gluduk". Udah gitu, pas sampai disana dapat berita kalo ternyata wawancaranya dengan HRD dan juga User. Udah gitu lagi nih, katanya, orang HRD nya yang wawancara ada 2 orang, yang satu Ibu-ibu yang katanya dibebaskan wawancara in English or in Bahasa dan yang satunya itu Bapak-bapak yang katanya wajib interview full in English. OMG! Lo pasti tau dong gw berharap bakalan di-interview dengan Ibu-ibu atau Bapak-bapak????? Nasib berkata lain, dan ternyata gw dapat giliran interview dengan Bapak-bapak yang berarti full pake bahasa Inggris. Huft. Saking nervous-nya, di awal aja gw di suruh perkenalkan diri, tapi gw gak ngerti disuru ngapain, akhirnya diperjelas sama bapaknya disuru tell me about yourself, your name, where are you come from, what is your hobby, about your family dan seterusnya. Huft!

Nah tips buat temen-temen nih, hati-hati dalam menjawab pertanyaan dari HRD, kadang ada yang sekedar "butuh" jawaban aja atau malah terus dibalas tanya lagi, "dikorek" sampai kita mentok dan gak berkutik.  Pada saat itu sih gw ditanya kenapa gak melamar pekerjaan di perusahaan abang kamu kerja? *waktu itu gw jelasin abang gw kerja dimana* Kalo ada kesempatan lowongan kerja disana kamu yakin bisa lolos? Yakin kenapa? Nggak kenapa? Seperti biasa, kelebihan dan kelemahan kita apa? Dalam jangka 5 tahun kedepan, diri kita seperti apa? Pernah ikut organisasi apa aja dan sebagai apa? Ceritakan tentang skripsi? Apa kegagalan terbesar dalam hidup ini dan faktornya apa? Apa keberhasilan terbesar selama ini dan faktornya apa? Apa yang menjadikan alasan perusahaan layak merekrut kita? Hmmm yah intinya seperti itulah pertanyaan dari HRD. Inget, in English loh yah, kalo mentok sih gw minta untuk menjelaskan dengan bahasa Indonesia.

Unfortunately, orang HRD yang wawancara gw waktu itu punya latar belakang "teknik" bahkan beliau bercerita sempat bekerja di bidang oil and gas, jadi pada saat gw menceritakan tentang skripsi alias rancangan pabrik, pupuslah harapanku~ dibantai abis-abisan. Berapa scale up factor nya? berapa dimensi tangki nya? LUPA -___- Gak kepikiran sampe segitu pertanyaannya. Udah gitu ditanya juga, kalo ada campuran komponen, terus saya mau ambil A nya saja pakai cara apa? Gw jawablah distilasi. Distilasi itu apa dan sistemnya seperti apa? Sampe ditanya berapa titik didih zat A? Masih banyak yang beliau tanyakan masalah "teknik" yang gak gw jabarkan disini. Malah ada "jleb moment" yang buat gw merasa "bego" dan ngedown banget yang gak bisa gw ceritakan disini. Huhuhu ini kan wawancara HRD ya, kenapa kaya lagi wawancara sama User sih :(

Tapi tidak apalah, pengalaman aja, jadikan sebagai pembelajaran baik mental maupun dari sisi "ilmu" nya. So, buat temen-temen yang abis baca ini dan mau ada interview dengan HRD, tau dong apa yang harus dipersiapkan matang-matang? hihi

Wawancara pun berakhir dengan jabat tangan dan ada kata-kata dari beliau yang membuat gw semangat untuk menunggu wawancara dengan user.

3. Wawancara User (Minggu, 1 November 2015)

Waktu semakin sore, peserta pun banyak yang sudah pulang. Gw kebagian wawancara user sore banget, bahkan menjelang magrib. Nah disini lumayan santai menurut gw, walaupun tetep sih masih ada nervous-nya. Entah kenapa user yang wawancara gw ini selalu comment dengan tingkah laku yang gw kerjakan diluar kesadaran gw, kaya posisi tangan gw yang dilipat kebelakang sama tulisan gw yang sedikit keliru nurunin persamaan Neraca Massa. Nah buat refrensi, waktu itu gw ditanyain kerja praktek dimana? dan ngapain aja? Gw jelasin aja, gw dapat tugas khusus tentang HE. Daaaaaan, beliau sangat tertarik! Kayaknya sih emang jago banget beliau di bidang HE. Mulailah gw disuru jelasin pake HE apa? gimana penentuannya? fluidanya bagaimana? gambarkan pola alirannya, bagaimana cara nyari delta T lmtd? Disuru gambarin rancangan HE-nya jadinya seperti apa?

Naaah pertanyaan selanjutnya adalah random questions, kaya kertas berasal dari apa? Kayu  untuk kertas yang diambil zat apanya? Gimana cara misahin zat yang tidak diinginkan dari kayu itu? Terus dikasih permasalahan neraca massa disuru menyelesaikan. Ditanya tentang hukum tekanan yang hubungan F/A itu loh dan masih banyak lagi. Entah kenapa gw sih asik aja dengan interview saat itu, karena lumayan nyambung interaksi diantara kita. Sampai tak terasa, gw nengok ke bawah, ternyata udah gak ada satupun peserta rekruitmen yang tersisa. Sampai diluar kesadaran lagi gw nyeletuk : "waduh tinggal sendirian" . Beliuan memberikan komentar lagi, kamu pengen udahan? hahahahaha Yah gitu deeeeh, udah sepi juga, udah adzan magrib juga. Akhirnya wawancara dengan user selesai~

4. Offering Letter (Rabu, 4 November 2015)

Setelah proses rekruitmen dari PT. RAPP di hari Minggu itu selesai, gw gak pernah berpikir bakalan lolos dari wawancara kemaren walaupun tetep sih berharap ada kabar baik. Yah kan udah dijelasin sebelumnya bahkan ada "jleb moment" itu yang membuat gw meng-ikhlas-kan dan hanya menjadikan tes kemarin sebagai pengalaman. Sampai akhirnya, hari Jumat 6 November 2015, dapat telepon dari pihak HRD PT. RAPP dan berkata "Bapak, bagaimana sih? Kok tidak ada kabarnya?".

Inget banget, itu kalimat pertama yang disampaikan beliau setelah kalimat pembuka dalam adab bertelepon. Dalam hati : "Lah??? Yang ada gw yang nanya, kok belum ada kabar dari PT RAPP?" hahaha.

Lantas gw tanya, kabar apa ya Pak?? Beliau menjawab : "Bapak belum check email ya? Saya sudah kirimkan offering letter." Hmmm... gw langsung jawab : "Maaf Pak, belum ada email yang masuk Pak, tapi nanti saya cek lagi Pak setelah ini" Berakhirlah pembicaraan ditelepon dan gw segera buka email.

Seperti biasa, giliran lagi dibutuhkan, koneksi internet lebih lambat dari biasanya. Berkali-kali gw refresh inbox gmail gw, tapi tidak ada satupun email masuk dari PT. RAPP. Gw berinisiatif untuk coba menghubungi kembali ke nomor yang menelepon gw tadi. Gw sampaikanlah bahwa benar gw udah cek, tidak ada satupun email yang masuk. Beliau juga mempertahankan argumen kalo beliau sudah mengirimkan dan ada kok di pesan terkirimnya. Lalu, gw langsung aja minta tolong ke beliau untuk mengirimkan ulang email tersebut. Tapi gw ada feeling nih, jangan jangan ada yang salah dengan alamat emailnya. Gw meminta beliau untuk mengeja alamat email gw. Dan ternyata beliau mengirimkan email ke akun yahoo gw.

OMG! Pantesan aja -___- Semenjak gw selalu lupa dengan password email di yahoo, emang gak pernah buka email lagi di sana. Bahaha terus gw malah disalahin kenapa kasih alamat email 2 akun, aturan salah satu aja, kasih akun email yang aktif. Hufttttttt!

Ternyata eh ternyata, setelah gw buka email yahoo, offering letternya sudah dikirimkan ke email yahoo gw semenjak 2 hari yang lalu (Rabu, 4 November 2015). Pantesan aja, sampai ditanyakan kok gak ada kabarnya hahaha. Maafkan saya Pak! :D Setelah itu gw download email tersebut dan membacanya dengan seksama. Pesan dari beliau, silahkan dibaca offering letternya dan di diskusikan dengan orang tua. Kita akan join untuk 16 November 2015. Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi beliau.

16 November????? Waduh, padahal 18 Novembernya ada wisuda. Nah ini salah satu faktor yang membuat gw sedikit berpikir. Sayang banget gak ikut acara wisuda, 4 tahun kuliah gak ikut wisuda rasanya hmmm. Akhirnya, gw menghubungi beliau untuk meminta toleransi waktu dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak dimengerti dalam offering letternya. Kesimpulannya sih, ternyata nanti kerja disana mulai akhir November dan diarahkan untuk ikuti saja prosedur selanjutnya dari perusahaan, yaitu MCU (Medical Check Up). Gw pun meng"iya"kan untuk mengikuti prosedur selanjutnya. Sekali lagi gw tekankan, gw meng"iya"kan untuk mengikuti proses MCU sesuai dengan arahan beliau, bukan meng"iya"kan untuk setuju bergabung dengan perusahaan ini. Toh pun, ternyata masih ada proses MCU, dan gw berpikir belum tentu juga lolos dari proses MCU, walaupun Alhamdulillah gw merasa sehat-sehat aja.

5. Tahap Medical Check Up/MCU (Kamis, 12 November 2015)

Beberapa hari kemudian, setelah gw diskusi dengan pihak "sana", gw dikirimkan Surat Pengantar MCU melalui email pada tanggal 9 November untuk melaksanakan proses MCU pada tanggal 10 November. Hmm karena sudah ada agenda untuk pengambilan undangan wisuda dan bayar wisuda pada tanggal tersebut, gw meminta beliau untuk mengundur waktu proses MCU menjadi  tanggal 12 November 2015 di Prodia Menara Palma. Hmmm Surat pengantar MCU yang baru, baru aja dikirim jam 8 pagi di hari itu juga -___- Padahal mah, jam 7.00 pagi juga sudah sampai di sekitar lokasi, cuma masih menunggu surat pengantar yang belum dikirim.

Setelah dikirimkan surat pengantar dari pihak HRD, beliau sms gw untuk konfirmasi, menanyakan posisi gw sudah dimana dan apakah  gw sudah puasa sampai pagi ini. PUAAASAAAA?????? *shock berat*

Nah karena kurangnya pengetahuan gw alias ke"bodoh"an gw untuk mengikuti proses MCU, pagi-pagi sebelum berangkat, gw sarapan pagi dan minum teh manis hangat. Padahal sih, sudah diingatkan sama orang tua, kalo mau MCU biasanya disuru puasa 10 jam gitu sebelumnya. Tapi anaknya ini ngeyel dan prosedural sekali, tak ada perintah dalam surat pengantar untuk berpuasa, jadi yaaa dengan tanpa beban dan tanpa dosa akhirnya makan aja dengan lahapnya hahahaha. Lagi-lagi maklum ya~ MCU perdana nih! haha

Akhirnya gw balas sms dari beliau, gw ceritakan kondisi gw, gw bilang gw sudah di lokasi dari pagi karena khawatir macet dan gw bilang kalo gw........ tadi sempat makan sedikit dan minum. 30 menit berlalu, eeeeh tidak ada balasan. Gw bingung dong harus bagaimana? Mending di-reschedule terus gw pulang? apa tetep lanjut proses MCU nya? Gw sms lagi aja, gw ceritakan keluh kesah gw karena di php-in gini sambil mohon maaf karena kekhilafan semua ini bisa terjadi. TETAP tak ada balasan~~~

Yuhuuuuu *mati deh gw*

Hmmm untuk menebus kesalahan gw, akhirnya... sudahlah... gw masuk saja ke Prodia dan bertanya pada petugas di Prodia. Akhirnya merasa sedikit tenang, karena tetap bisa menjalankan proses MCU hari ini dengan catatan untuk pengambilan sampel darah dan urine dilakukan esok hari setelah berpuasa. Ya sudahlah, sabar aja dan tetap semangat melawan kemacetan Jakarta di pagi hari. Setelah selesai sebagian proses MCU, gw segera konfirmasi ke pihak HRD. Daaaaan..... Alhamdulillah, kali ini sms gw dibales~~~ Ha Ha Ha

Keesokan harinya (Jum'at, 13 November 2015), gw kembali lagi ke Prodia Menara Palma. Hmmm cuma butuh waktu 10 menit saja untuk pengambilan sampel darah dan urine. Setelah itu, gw dipersilahkan pulang. Dan kali ini, proses MCU selesai dengan sempurna! Uyeaaaa! Hip Hip Huuuuu!

6. Kelengkapan Berkas (Jumat, 13 November 2015)

Sepulangnya dari MCU gw di ajak sama orang tua untuk pergi ke rumah kedua alias Kranggan. Setelah sholat Jum'at, gw iseng cek email, dan ternyata ada email dari HRD PT RAPP untuk segera mengirimkan berkas kelengkapan seperti scan KTP, KK, NPWP, Rek. Mandiri, Ijazah dan Transkrip dengan deadline pengiriman berkas tersebut adalah keesokan harinya, Sabtu jam 10 pagi. Hari ini silahkan buat NPWP dan Rek Mandiri terlebih dahulu. Kirim yang bisa dikirim dahulu. Gw langsung MIKIR KERAS.

Email itu masuk pada hari Jumat 13 November jam 11.12 WIB. Dan gw baru buka setelah pulang sholat Jum'at. Wajar dong ya baru buka emailnya, toh jam 11.12 itu pasti lagi persiapan untuk sholat Jum'at. Posisi gw lagi di Kranggan dan pada saat itu hujan deras. Gw disuru buat NPWP dan Rekening Mandiri. Deadline besok jam 10. Gimana caranya coba gw bisa bikin semua itu di hari itu?????? NPWP kan bikinnya sesuai alamat KTP, sedangkan gw aja di Kranggan, gak tau dimana gedung buat ngurusnya, jam segini pula, hujan pula, macet pastinya. Rekening Mandiri? Bank buka sampe jam berapa cobaaa? Duh entah kenapa, menurut gw bagian yang satu ini agak gak masuk akal sih, terlalu mepet deadlinenya. Bikin NPWP aja jadinya seminggu lebih baru dikirimin ke rumah :(

Lagi-lagi gw ikuti prosedur saja, gw kirimkan berkas kelengkapan yang bisa dikirim dahulu, kaya KTP, KK, SKL dan Transkrip. Sampai gw kirim sebagian berkas tersebut, gw belum meng"iya"kan kalo gw akan join dengan perusahaan tersebut. Gw kirim sebagian berkas tersebut karena mengikuti prosedur yang ada, toh pun hasil MCU belum keluar. Offering letter yang sebelumnya dikirimkan juga belum di tanda tangani dan aplikasi lamaran pun belum gw kirim balik. Hmmm... karena sejauh ini masih banyak pertimbangan untuk join atau tidak.

7. Surat Pernyataan Hasil MCU (Selasa, 17 November 2015)

Beberapa hari kemudian, keluarlah hasil MCU. Pada hari selasa, 17 November, gw dikirimkan email surat pernyataan hasil MCU yang berisi menerima hasil MCU dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab sendiri. Dan di pagi hari itu juga, pihak HRD menghubungi gw, by phone, menjelaskan hasil MCU sesuai apa yang ada di surat pernyataan hasil MCU. Dari beliau, kalau gw setuju, silahkan ditandatangani surat pernyataan hasil MCU di atas materai. Setelah itu, gw disuruh untuk melengkapi berkas yang dibutuhkan. Kalau sudah lengkap semua berkas, baru akan dikirimkan tiket pesawat untuk keberangkatan ke Riau. Di pagi itu, beliau juga sempat bertanya, kalau nanti jadi berangkat, enaknya dari Bandara Halim atau Soekarno Hatta. Hmm gw jelasin aja, biasanya juga gw kalo naik pesawat dari Bandara Soekarno Hatta.

Pembicaraan telepon pun berakhir dan gw langsung diskusikan dengan orang tua dan abang gw. Hmmm entah kenapa, makin mendekati hari-H, makin bingung. Sempet diskusi juga dengan beberapa teman, ada yang bilang berangkat ada yang bilang nanti aja. Hmmm galau~ hahaha

8. Tiket Pesawat Ke Riau (Jum'at, 20 November 2015)

Tiket Pesawat???
Shock banget setelah cek email, ternyata pada hari Jum'at, 20 November dikirimkan tiket pesawat untuk keberangkatan ke Riau. Di email tersebut juga ada daftar teman-teman yang akan berangkat. Ternyata yang dikirimkan tiket untuk keberangkatan Sabtu, 28 November ada sekitar 6 orang yang berangkat.

Padahal belum sama sekali mengirimkan semua berkas yang disuruh oleh pihak HRD beberapa hari yang lalu.

Speechless......................

9. List Nomor Sepatu (Sabtu, 21 November 2015)

Keesokannya, lebih shock lagi, gw diminta untuk memberikan list nomor sepatu. Tujuannya sih baik, untuk dipersiapkan oleh pihak HRD sepatu safety dan lainnya, sehingga ketika sampai disana semuanya sudah siap dan tinggal pakai. Sampai pada saat itu pun, masih belum ada jawaban apakah gw bersedia untuk join dengan perusahaan tersebut. Apakah keputusannya???? Silahkan baca poin terakhir setelah ini.........

10. Surat Pengunduran Diri (Minggu, 22 November 2015)

Bingung banget, banyak banget "pertimbangan" untuk berangkat kesana. Sudah meminta pendapat orang tua, abang, beberapa anggota keluarga lainnya serta beberapa temen "deket". Bahkan sampai meminta jawaban kepada Allah melalui sholat istikhoroh agar tidak ada yang salah dan penyesalan dalam pengambilan keputusan ini. Lebay banget ya? Mungkin iya, tapi kalo lo ada di posisi gw pada saat itu pasti merasakan dan melakukan hal yang sama.

Akhirnya, pada hari Minggu, 22 November sekitar jam 1 siang, gw membuat surat pengunduran diri. Keputusan gw sudah bulat dan tekad untuk tidak berangkat kesana alias tidak bekerja di sana. Hal ini juga gw sampaikan kepada temen-temen yang akan berangkat kesana, karena beberapa hari sebelumnya gw sudah bergabung dengan group WA yang berisikan teman-teman satu batch, yang akan bekerja disana.

Mohon maaf untuk berbagai pihak yang telah "direpotkan" dan "dikecewakan" selama proses rekrutmen di PT. RAPP, mulai dari "waktu" dan juga "materi". Mohon maaf karena kurangnya "ketegasan" dalam pengambilan keputusan. Dari awal pun sebenernya gw belum memberikan jawaban "iya" dengan offeringnya, namun proses MCU  dan pengiriman sebagian berkas tetap dilakukan, karena sesuai dengan arahan dan juga bagian prosedur dari proses rekrutmen.

--oo0oo--

Yah seperti itulah pengalaman tes kerja di PT RAPP, panjang banget ya ceritanya? Hahaha itu aja masih banyak hal-hal kecil dan juga privacy yang tidak diceritakan. Postingan ini tidak ada maksud apa-apa, hanya sekedar berbagi pengalaman, karena nyatanya pengalaman itu pelajaran yang paling berharga.Dan Alhamdulillah, insya Allah, itu merupakan keputusan yang tepat, karena sejauh ini, banyak banget hikmah yang bisa diambil.

Semangat dan sukses selalu buat temen-temen jobseeker! Jangan patah semangat yaaaah!~

13 komentar:

  1. menarik banget pengalamannya..
    dalam waktu dekat pt Rapp akan buka lowongan Engineer Development Trainee di kampus ane, tapi karena seminggu tepat setelah tes ada acara keluarga yang ga mungkin dilewatin di luar kota kayaknya ga jadi niat ane ikutan tes. apalagi banyak tahap2 yang memakan waktu..
    thanks uda share pengalamannya, good luck

    BalasHapus
  2. menarik banget cerita ente gan, anne udah kayak baca novel aja.. (suer) ��
    anne jadi inget kejadian ngelamar di pt. agrico (bedanya anne gak diskusi sm ortu anne) setelah melakukan semua prosedur....
    tinggal tanda tangan kontrak.
    anne ngundurin diri...

    karna bokap anne gak ngijinin anne kerja di tempat lain. (bokap buka usaha service ac mobil).
    otomatis 'trip' mas bro.
    gak tau gimana dongkolnya mreka��.

    (anne inget gan ridho ortu=ridho Tuhan)

    BalasHapus
  3. untuk wawancara user di pt rapp in english atau boleh indonesia ya?

    BalasHapus
  4. Mas Rizky, boleh tanya, untuk test GAT dan EPPS itu dalam bahasa indonesia atau bahasa inggris ya ?
    terimakasih.

    BalasHapus
  5. ada yang tau ga ya gaji di April grup untuk engineer tranee dan setelah lulus tranee? hehe bohon bantuanya

    BalasHapus
  6. Kak, ada kontak yg bs dihubungin? Mw tnya2 seputar recruitment pt rapp ini.

    BalasHapus
  7. Mas kalo mengundurkan diri setelah mcu apa kena pinalti kah?

    BalasHapus
  8. Menarik sekali. Oh ya, tahun 2017 ada lowongan di PT Rapp? Posisi apa sj deh. Soalnya sy niat banget pengen kerja di Pt rapp. Thanks..

    BalasHapus
  9. ikhsan budi gunawan : sekitar 4jt-5jt an
    GOMGOM SIMAMORA : cek twitter nya terus @RAPP_Official kalo ndak salah

    BalasHapus
  10. Maaf mengganggu waktunya mas rizky, perkenalkan saya Chesya (chece) dari STTPLN JkT. Saya ingin bertanya jika pada saat tahap wawancara cuma diumumin kita wawancara "anggap aja A sih ibu-ibu HRD dan B sih bapak-bapak HRD", nah kita wawancara dengan sih A, apakah ada kemungkinan kita wawancara dengan sih B dan user?? sedangkan jadwal wawancara sih A dan B penuh sampe jam 17.30 wib di hari tersebut.
    Terima kasih

    BalasHapus
  11. Menarik tulisannya. Pantesan kamu lulus. Hahahaha

    BalasHapus
  12. makasih mas infonya, kemaren saya ditawarin untuk join, boleh share ga di ofletnya plus minusnya gmn?

    BalasHapus